Rabu, 22 Februari 2012

Iklan Provider tentang Jejaring Sosial yang Membodohkan

INTERNET sudah menjadi kebutuhan pokok sebagian orang di kalangan urban. Pokoknya, tiada hari tanpa ngetwitter, ngefacebook, atau ngeblog. Gejala sosial ini kemudian menjadi santapan provider dalam mengiklankan produknya. Ada yang dibuat implisit cerdas, namun lebih banyak yang menawarkan pembodohan. Memang sebuah iklan tidak perlu ditanggapi serius, hal yang bernama joke dan dramaturgi adalah hal yang biasa dalam visualisasi iklan.


Namun opini ini saya buat dari aspek fakta di lapangan. Ketika aktivitas di dunia maya yang digambarkan di beberapa iklan provider, tidak sesuai dengan kenyataan.

Contoh 1: Iklan Goyang Gayung

Saya sempat membahasnya. Dan iklan ini juga cukup populer di akhir 2011. Seorang lelaki pengangguran sedang mandi dengan gayung di tangannya. Seorang bocah merekam dan mengunduh ke youtube. Secara singkat, video yang kemudian dikenal dengan goyang gayung itu pun menjadi fenomena luar biasa sampai-sampai Ayu Ting Ting mau berduet dengan si lelaki. 

Keanehan: Betapa mudah seorang lelaki mendapatkan popularitasnya tanpa diduga. Namun scene ending yang menggambarkan dia masih mandi gayung di pemandian umum sementara chaos wartawan dan penggemar mengepungnya, itu tanda jika si lelaki tidak tahu dengan popularitas yang sudah ada di tangannya. Yang lebih menggelikan ada scene seseorang mengakses video goyang gayung di youtube tanpa loading, seakan-akan produk yang bersangkutan menawarkan akses cepat tanpa hambatan.

Fakta: Seseorang yang tiba-tiba terkenal memang pernah terjadi. Itu pun atas bantuan media. Biasanya si 'pelaku' tidak menyangka popularitas ada di tangannya. Gambaran dalam iklan di atas bisa jadi mungkin. Tapi sebenarnya enggak ada yang menarik dari seorang yang mandi dengan gayung yang digoyangkan di atas kepala. Sampai-sampai mesyarakat digambarkan mengalami euforia segala.

Contoh 2: Cewek Desa Pegi ke Kota

Seorang gadis cantik dari desa diajak jalan-jalan ke kota metropolis oleh temannya yang gemuk dan tipikal syncial. Dengan pedenya, si gemuk merasa tahu namun si gadis ternyata akrab di dunia maya. Selama perjalanan, dia bertemu dengan teman-teman facebook-nya. Si gadis akhirnya ikut dengan rombongan gadis-gadis  jetset itu. Entahlah, mungkin akan dijadikan korban traficking.

Keanehan: Dengan serba kebetulan, tempat-tempat yang disinggahi si gadis desa dan si gadis kota, memiliki subyek-subyek penyelamat si gadis desa. Sangat aneh mengingat Jakarta tidak sesempit seperti yang dibayangkan. Kecuali si gadis sudah meng-SMS atau janjian dengan teman-teman di dunia mayanya di tempat yang bahkan belum dia ketahui.

Fakta: Beberapa kasus penculikan dan pemerkosaan yang dialami setelah penggunanya yang remaja beraktivitas di dunia maya, seharusnya membuat beberapa pihak berhati-hati, termasuk si kreator iklan. Sebab kemudahan yang ditampilkan di iklan itu kurang atau relevan dengan kenyataan. Kecuali jika si gadis sudah temu darat dengan penjajakan yang jelas. Dari yang saya tangkap, si gadis baru pertama kali bertemu dengan orang-orang yang dikenalnya di dunia maya.


Contoh 3: Hai, Raisaaa!!

Lumayan banyak musisi 'indie' yang dijadikan brand ambassador sebuah produk Mulai dari RAN sampai Raisa, yang keduanya memang kurang bergaung secara popularitas di industri televisi. Namun dalam iklan yang saya maksud, tiga orang stalker selalu berada di tempat Raisa singgah. Tiga orang cowok itu tahu aktifitas Raisa dari aktifitas Raisa di dunia maya (twitter). Naif dan bodoh.

Keanehan: Bagaimana mungkin tiga orang mengetahui tempat-tempat yang didatangi Raisa hanya dari status twitter. Apakah Raisa menuliskan alamat di statusnya seperti: Hari ini gue mau ke salon di Jalan. Makenti No.78 Jakarta Utara. 

Fakta: Untuk jadi stalker (penguntit, fans, groupies) yang baik, tentu harus melakukan hal-hal non-estetika seperti mencari tahu kebiasaan si artis, barangkali mengecek jadwal dari si manajer artis, dan hal-hal lainnya agar si stalker ini bisa ujug-ujug ada di tempat sang artis berada.

Contoh 4: Peduli Mawar

Seorang cowok yang cintanya tidak direstui bokap si cewek, harus putar otak agar cintanya diterima dan direstui. Dia pun menggalang simpati yang berawal dari status sejenis twitter, kemudian page facebook pun dibuat dia atau simpatisannya sendiri. Dan dalam sekejap, penggalangan seribu mawar pun dilakukan. Para simpatisan ini memberikan bunga mawar dan berbondong-bondong pergi ke rumah si Mawar -nama gadis itu. Dan cinta si cowok pun diterima. Si bokap cewek malah terbengong-bengong.

Keanehan: Di iklan ini, pengguna internet (baca: jejaring sosial) digambarkan seperti keledai. Pengguna internet yang cenderung kritis hanya akan menggalang simpati untuk kasus-kasus sosial seperti Prita, seorang anak yang dituduh mencuri sandal, dan sebagainya. Keanehan lainnya adalah strata sosial si cowok yang sama sekali tidak mengundang simpati. Sosok menengah ke atas dengan atribut penampilannya -dan tidak adanya gambar dia melarat, terlalu naif kalau harus minta mawar ke semua orang. 

Fakta: Sampai sejauh ini, bentuk simpatisan dari jejaring sosial adalah pengumpulan sandal sebagai protes terhadap pengadilan yang tebang pilih terhadap pelaku maling sandal, pengumpulan koin untuk Prita Mulyasari, atau penggalangan dana untuk anak-anak yang menderita penyakit parah. Soal penggalangan mawar?Ayolah, menurut saya ini iklan yang paling bodoh dan membodohkan.

Ada satu iklan lagi yang bertema sama, cuma kurang nyimak. Tentang sekelompok anak muda yang mendapatkan kemudahan dengan makan gratis di warung yang pemiliknya adalah teman di dunia maya anak-anak muda itu. Tapi ada beberapa iklan bertema internet yang menurut saya positif. Iklan apakah itu?

Contoh 1

Seorang lelaki di perkantoran mengganti modemnya dengan modem produk. sedetik kemudian dia joget-joget tanpa mengindahkan teman-teman sekantornya. Dia kegirangan lantaran dengan begitu tugas kerjanya jadi ringan. Yang menjadi lucu, teman-temannya yang melihat, memasang wajah datar seolah terbiasa dengan kegilaan si pekerja/atau mungkin bos. Gambaran mi instan adalah gambaran rakyat yang identik mengonsumsi makanan cepat saji dan murah. Sementara gambaran perkantoran adalah representasi dari pengguna internet yang kebanyakan memang sudah mapan atau mampu. Iklan yang pintar. Meski adegan si bos ngilang masih membingungkan.

Contoh 2

Seorang lelaki yang mengagumi cewek di kampusnya, rela melakukan hal-hal gila demi memancing perhatian si cewek. Mulai dari pakai highheels perempuan sampai pake kostum superhero. Ternyata si cowok melakukan hal itu sesuai dengan status jejaring sosial si cewek. Saat si cewek mengetahui alasan itu, hatinya pun lumer. Ini adalah iklan dengan bumbu lelucon dan dramaturgi yang cerdas. Tidak over persuatif dan kena.


Yah, demikianlah bacotan saya kali ini. Suka enggak suka namanya juga opini. Yeah, we bring the cats out .... =-= 




11 Komentar:

Arif Zunaidi Riu Aj mengatakan...

Tapi aku lebih suka mawar utk Marwan dan Raisa itu lho... gak tau napa, suka aja. padahal juga gak ngerti, apa maksudnya. :)

tapi tetep aja sih, karena aku tipe setia, kartu dari taon 2004 ampe sekarang gak ganti-ganti. biar pun iklan ampe dower dgn janji-jannjinya, tetep aja gak ngaruh buat ganti. :)

miawruu mengatakan...

mia justru ga suka iklan cwo yg jadi superhero krn cwe nya suka ma superhero. gara2 ada adegan dia pake highheel trus berteriak ala rocker dkt cwek idamannya trs berjln tertatih2. kenyataannya, mlh cwe liatnya "ni org gilanya kambuh ya :-?"

dian andriyana lutter mengatakan...

iye..ga suka ama iklan seribu mawar atoyg satunya lagi...thu..yg ada polisinya nyampein maapnya si cowok...ridiculous....
mungkin maunya bikin hal yg romantis,,cuman hasilnya lebay...
dan hanya kedua iklan itu y nongol di tipi ketika sayakebetulan nongkrongin tipi...

Ca Ya mengatakan...

yg iklan Raisa itu emg agak lebay hahaha...namanya jg iklan,pasti dilebih-lebihkan :)
cma makin kesini malah gak masuk akal heu :3

Presticilla mengatakan...

Yang menarik dari iklan yang ada Raisa-nya itu hanya bagian terakhirnya doang, pas Raisa-nya terkejut. :D

Farid Azroel mengatakan...

Setuju mas Saman. Saya juga kurang menyukai iklan-iklan serupa dari provider yang menyiarkan iklan "Peduli Marwan" tersebut, karena beberapa (bahkan semuanya) terkesan lebay dan impossible terjadi di dunia nyata.

Oiya, kalau tidak salah dulu ada iklan yang menceritakan tentang sebuah warung makan yang sepi pengunjung tiba-tiba jadi ramai karena sudah dipromosikan oleh beberapa remaja, kalau ramainya beberapa hari atau bulan setelah dipromosikan mungkin wajar, lah iklan tersebut malah membuat warung makan itu langsung terkenal, bahkan saat remaja-remaja tersebut masih berada disana.

CMIIW

Emelia Ariska mengatakan...

eh iyaya. aku baru nyadar kalo banyak iklan yg ga masuk akal--"

jadewarrior_07 mengatakan...

Mawar maafin NAZAR ya... Lol

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

btw dari dulu kan yang namanya iklan emang ga ada logis semua.....inget gak sama iklan yang ada slogan kaya gini "saya mau dua" ?

Muhammad Ichsan Novelyansah mengatakan...

Di iklan Mawar dan Marwan part 2 itu ada seorang oknum polisi yang menghentikan mobil Mawar dan meminta Mawar untuk memaafkan si Marwan.
Nah, yang jadi pertanyaan, apakah oknum polisi tsb melakukan hal itu atas inisiatif sendiri atau karena beliau baru saja menerima uang suap dari Marwan?
Ah, sudahlah :D

Novian mengatakan...

Berarti si Marwan banci tuh, seumur hidupnya bakal tergantung sama orang lain, hehe

Poskan Komentar

Blog Samandayu Itu..

Dilarang Mem-plagiat Karena Memiliki Hak Cipta yang Dilindungi Undang-undang. Diberdayakan oleh Blogger.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews