SAUDARAKU yang baik hatinya .. Ehem, yang baik hati siapa, ya? Dia (orang ketiga) atau kamu yang dianggap saudara? Bukankah seharusnya Saudaraku yang baik hati. Ehem (lagi). Tapi begitulah cara seseorang dalam memperhalus kalimat yang sudah halus. Lihat bagaimana seseorang menanyakan nama ke lain orang, 'siapa namanya?'. Yang maksudnya adalah, 'siapa nama kamu?' atau dalam tataran bahasa gaul 'nama lo sapa?'.
Nah, 'siapa namanya?' tentu menanyakan kepada kita, siapa nama orang ketiga, bukan nama kita.Namun itulah bentuk gramatik yang diucapkan seseorang kepada orang lain. Biasanya, sih, dilakukan orang dewasa kepada anak kecil. Tapi meskipun bentuk pertanyaan itu keliru, namun dalam ranah kontekstual, hal itu dihalalkan. 'Siapa nama kamu?' dianggap keras, karena konon masyarakat kitnea ini suka yang halus-halus dan basa-basi. Jadi kenapa tidak dengan 'siapa namanya?'
Nah, 'siapa namanya?' tentu menanyakan kepada kita, siapa nama orang ketiga, bukan nama kita.Namun itulah bentuk gramatik yang diucapkan seseorang kepada orang lain. Biasanya, sih, dilakukan orang dewasa kepada anak kecil. Tapi meskipun bentuk pertanyaan itu keliru, namun dalam ranah kontekstual, hal itu dihalalkan. 'Siapa nama kamu?' dianggap keras, karena konon masyarakat kitnea ini suka yang halus-halus dan basa-basi. Jadi kenapa tidak dengan 'siapa namanya?'
Lalu apa pula itu Super?! Jelas bukan singkatan dari susu perempuan. Super adalah jargon dari motivator terkenal, Mario Teguh, yang punya acara tetap seminggu sekali di Metro TV. Super saya pikir setingkat dengan kata SEMANGAT! Atau sebuah ekspresi usai menyimak padanan kata penuh motivasi dan pembangkit diri bahkan birahi. Sang Super bahkan punya fans yang berjumlah banyak. Dalam halaman facebook pribadinya, setiap status yang bersangkutan akan di-like oleh puluhan ribu facebooker. Betapa Mario Teguh adalah penyelamat siapa-siapa yang merasa kurang puas dengan hidupnya, terhadap siapa-siapa yang ingin memperbaiki kualitas hidupnya.
Seperti halnya sesuatu atau seseorang, ada yang suka dan ada yang tidak suka. Seorang teman termasuk ke dalam kubu tidak suka. Sebenarnya kata-katanya sangat wah dan patut diamini. Pertama kali teman saya melihat dia berinteraksi dengan penonton di TV, teman saya juga terenyuh dan mengamini. Namun itu hanya berlangsung sekira hitungan menit. Setelah itu teman saya hanya merespons biasa-biasa saja. Alias, berpikir sok bijak kalau keberadaan Mario akan membuat berjuta-juta masyarakat Indonesia mengalami kemajuan kualitas hidup. Sementara untuk teman saya, saya tidak terpengaruh. Biarlah saya mendapatkan pencerahan dari hal lain yang teman saya yakini dan hanya sebatas dilakukan untuk diri sendiri.
Dan Sang Motivator ini memang tidak pernah kehabisan kata-kata. Entah bagaimana caranya, tapi beliau memang mampu membuat kalimat yang diamini saking (barangkali) menginspirasi. Namun, ada hal yang ngeganjel ketika beliau mengkritik remaja pengguna bahasa alay. Beliau pun memosting sesuatu di halamannya.
Tapi seorang apresiator Mario Teguh menulis surat untuk Mario. Sayang, surat itu belum kunjung dibalas. Mario tentu orang sibuk sehingga surat yang barangkali bisa dibalas para asistennya, tidak sempat untuk dibalas. Akhirnya penulis surat yang bernama Robertus Purba pun menulis ulang di catatan facebooknya yang dibuka secara publik. Enggak ketinggalan halaman facebook Mario Teguh di-tag. Begini tulisannnya:
Berikut tulisan saya di dinding buku-muka Pak Mario Teguh seorang motivator. Komentar saya di buku-muka saya unggah tanggal 4 Feb, tapi sampai tanggal 11 Feb. belum mendapatkan balasan, mungkin karena tidak pernah sampai ke beliau. Mungkin melalui note ini ada yang bisa menyampaikan ke Bapak Mario Teguh. Tabik.
-------------------------------
Bapak Mario Teguh, saya mau bertanya kepada Bapak, jika seorang kasir (toko atau gerbang tol) memberikan uang kembalian yang berlebih kepada Bapak, apakah Bapak akan mengembalikan kelebihan uang kembalian tersebut?
Pada hari Jumat 2 Februari 2012, Bapak memberikan sesi motivasi kepada kami karyawan suatu perusahaan makanan dan minuman ternama di Indonesia. Dari agenda acara yang saya dapat, sesi Bapak dimulai pukul 14:00-15:00. Seperti kebiasaan di Indonesia, acara dimulai terlambat. Menurut info teman saya, sesi Bapak dimulai pukul 14:10. Bapak membuka sesi dengan bertanya Siapa yang ingin menjadi kaya. Kebanyakan teman-teman mengangkat tangan karena memang itulah keinginan kebanyakan manusia normal. Saya sendiri tidak mengangkat tangan. Kemudian Bapak mulai memberikan petuah-petuah bagaimana caranya menjadi kaya. Bapak menceritakan pengalaman bagaimana Bapak dulu adalah seorang anak Malang dan berpetualang ke kota besar Jakarta dengan modal yang sedikit karena Bapak hanyalah anak seorang tentara.
Bapak mengajarkan bagaimana kita harus punya mimpi (atau bahasa profesionalnya VISI), kemudian kita juga harus bisa mencintai diri sendiri (apa adanya), lebih percaya diri (dalam ucapan dan tindakan), memulai koneksi dengan orang-orang sukses, berani mengambil tindakan walaupun ada risiko gagal. Sesi Bapak berjalan cukup bagus, dan saya lihat banyak teman-teman yang senang karena terhibur. Sampailah pukul 14:50, (ini saya melihat jam karena saya lagi berpikir akankah ada sesi tanya jawab, karena apa yang Bapak sampaikan bukan hal baru buat saya karena banyak sumber yang sudah memberikan informasi tersebut). Bapak mulai menghitung dengan telepon genggam pintar Bapak, bahwa 1 menit Bapak dibayar sekitar Rp700an ribu.
Kami peserta sudah terlambat 40 menit (dan membuat Bapak menunggu) sehingga perusahaan tempat kami bekerja sudah membayar Bapak sekitar Rp20an juta tanpa melakukan apa-apa. Tapi juga Bapak mengatakan cukup senang karena per menitnya bayaran Bapak menjadi lebih mahal. Saya sedang mencoba mencerna kira-kira apa maksud Bapak ketika menyatakan kami terlambat 40 menit. Kemudian Bapak melanjutkan sesi pembicaraan Bapak dan tepat pukul 15:00 Bapak menutup acara dan langsung keluar. Saya lihat banyak teman-teman mengikuti Bapak keluar mungkin minta foto bersama atau juga sempat bertanya saya tidak tahu persis. Saya masih di dalam dan merasa cukup terganggu.Profesionalitas memang diperlukan dalam bisnis.
Waktu sangat berharga sehingga ada pepatah mengatakan WAKTU ADALAH UANG. Kembali ke pertanyaan Bapak di awal acara kami, siapa yang ingin menjadi kaya? Dan saya tidak mengangkat tangan karena untuk saya motivasi saya dalam bekerja adalah memberikan nilai tambah kepada orang-orang yang menggunakan barang atau jasa yang saya berikan. Uang adalah konsekuensi atau akibat dari nilai tambah yang saya berikan kepada orang lain tersebut. Jika motivasi saya bekerja adalah kekayaan atau uang, maka saya tidak akan peduli apakah orang lain mendapatkan nilai tambah dari pekerjaan saya atau tidak. Ini hal pertama yang mengganggu saya karena sepertinya motivasi Bapak dalam melakukan pekerjaan adalah KEKAYAAN.
Tadinya saya sudah mempersiapkan pertanyaan, seberapa patutkah seseorang mendapatkan uang karena nilai tambah yang dia berikan? Kita tahu dalam 2 tahun belakangan (krisis ekonomi) banyak protes diberikan ke CEO perusahaan-perusahaan multinasional di Eropa dan Amerika bahwa mereka menerima bonus yang sangat tinggi sementara prestasi perusahaan tidak sepadan dengan bonus yang mereka dapatkan. Banyak perusahaan yang merekayasa nilai perusahaannya di atas nilai realnya dan inilah yang menjadi salah satu sumber kemerosotan ekonomi di Amerika dan Eropa.
Kembali ke bayaran Bapak yang menurut Bapak sekitar Rp700an ribu per menit sementara kalau saya bandingkan dengan pendapatan istri saya dengan mengajar piano per menit hanya sekitar Rp1700 (1 per 400 kali lipat dibandingkan pendapatan Bapak). Saya tidak tahu apakah pantas pembandingan ini. Tapi ini cukup mengganggu saya bahwa nilai yang Bapak berikan ke kami (menurut versi Bapak) jauh sekali nilainya dengan nilai yang diberikan istri saya kepada anak-anak yang baru mulai belajar piano. Dengan belajar piano, seorang anak terkembangkan otaknya, terbantu kepercayaan dirinya, dan terbentuk kebiasaannya untuk selalu melatih diri. Nilai perkembangan anak ini menurut saya sangat besar nilainya, Rp1700 per menit rasanya sangat kecil. Inilah faktor kedua yang mengganggu saya bahwa seorang penghibur (yang bisa membantu melepaskan beban sementara) dibayar jauh lebih mahal dari seorang pendidik (yang bisa membantu menyelesaikan beban hidup lebih permanen). Satu hal lagi dalam kasus Bapak bahwa seorang penghibur pun memberikan lagu tambahan jika diminta penggemar, tapi Bapak tidak melakukannya.
Kembali ke pertanyaan saya di awal, apakah Bapak akan mengembalikan kelebihan uang kembali dari kasir jika terjadi? Sebagai orang yang mencari kekayaan pasti kita tidak akan mengembalikan kelebihan tersebut karena itu adalah kesalahan kasir sendiri. Tapi sebagai orang yang beretika saya akan mengembalikan kelebihan uang kembalian tersebut karena saya hanya mau menerima sesuai dengan nilai yang saya berikan. Beberapa motivator menerapkan jaminan uang kembali jika peserta tidak mendapatkan manfaat dari motivasinya, apakah hal ini berlaku untuk Bapak? Kalau iya, mungkin Bapak bisa mengembalikan uang yang dibayarkan untuk saya ke perusahaan tempat saya bekerja. Kalau dihitung seluruh peserta mungkin sekitar 250 orang, jadi per orang perusahaan membayar sekitar Rp250 ribu (hasil kalkulasi saya sendiri yang mungkin tidak tepat). Jadi mungkin Bapak bisa mengembalikan Rp250ribu ke perusahaan tempat saya bekerja. Pendapat saya di atas adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili siapa pun. Jika Bapak terganggu, saya tidak akan minta maaf, malah Bapak harusnya berterima kasih karena dengan ketidaknyamanan, manusia menjadi berkembang. Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi masukan untuk Bapak agar berkembang.
Tabik
Dan pihak manajemen Mario Teguh pun membalas hari ini. Berikut balasannya:
| Sumber |
Saya tidak tahu, tapi kata teman saya, pihak sang motivator merasa tidak nyaman dengan artikel tersebut sehingga memberi komentar bernuansa gertak sambal yang membawa perangkat hukum. Sang teman juga berkata bahwa langkah Mario Teguh secara subyek atau kolektif cukup disayangkan lantaran memberikan kesan pengaduan hukum dalam balasan terhadap surat dari Robert. Dikatakan pula bahwa bentuk motivasi 'di sini' sudah tersimak layaknya bisnis, sehingga keluhan atau kritik barangkali dianggap mencemarkan 'reputasi atau nama baik pebisnis' yang bersangkutan. Padahal kalau seseorang menggunakan media social media untuk mengembangkan/mempertahankan eksistensinya, dia juga harus siap dengan berbagai pandangan dan komentar. Karena tentu tidak setiap orang bagai kerbau dengan hidung dicucuk.
Nah, artikel ini terpaksa di-update setelah sempat publish 5 menit. Karena pihak sang motivator mengganti balasan di surat, dengan respons yang berbeda. Begini balasannya:
Untuk lebih lengkapnya:
KLARIFIKASI JADWAL BICARA
Bapak Mario Teguh di ...........
2 Februari 2012
Kontrak kerja dengan EO - Click Comm
13:30 - 15:00 WIB
Team Management pendamping Bapak Mario Teguh, hadir di Hotel ShangriLa, pada pukul 12:30 WIB.
Bapak Mario Teguh tiba pada pukul 13:00 di lobi Hotel ShangriLa Jakarta.
13:15 WIB kami diantarkan oleh Pak Ibrahim dari EO ke ruang tunggu.
Managemen pendamping MT mengirimkan sms berkali-kali ke pihak Pak Ibrahim untuk memastikan dimulainya acara tersebut, karena sampai pada pukul 13:30 WIB Bapak Mario belum dipanggil ke ruang seminar.
Jawaban sms dari EO menyatakan bahwa peserta belum siap, dan Bapak MT akan dipanggil jika peserta sudah siap.
Kami mengingatkan bahwa kami harus berhenti tepat pukul 15:00 WIB karena ada jadwal berikutnya. Pak Ibrahim confirmed OK.
Setelah beberapa pertanyaan dari kami mengenai jadwal yang sudah sangat terlambat itu, kami dipersilakan terus menunggu sampai pukul 14:00 WIB, baru kami dipersilakan masuk ke ruang seminar.
Sebagai seorang profesional Bapak Mario Teguh, berusaha tepat waktu, tapi beliau melebihkan waktu sampai pukul 15:10 WIB.
Mungkin Bapak Robertus Purba tidak mengetahui bahwa keterlambatan ini adalah karena jadwal pihak ...... , dan bukan dari kami.
Dengan ini, kami menyampaikan juga bahwa Pak Ibrahim dari pihak EO - Click Comm akan memberikan konfirmasi tentang jadwal di atas pada kesempatan pertama besok pagi, yang sesuai dengan yang telah kami jelaskan di atas, yang sudah sesuai dengan kontrak kerja antara EO dan MTSC Management.
Sampai saat ini kami belum menerima jawaban dari pihak Anda, atas email jawaban dan penjelasan kami sebelumnya untuk surat terbuka dari Bapak.
Terima kasih atas perhatian baik Anda,
Kiara Dewi
Senior Admin MTSC Management
Saya tidak menyangka komen awal akhirnya diganti. Tapi kemudian saya sangat-sangat maklum. Paling tidak semuanya sudah berjalan dengan baik-baik saja. Heuheu. Bagaimana tanggapan kalian mengenai hal ini?
*

Amiiin... Selalu percaya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Moga-moga masalahnya cepet keluar.
BalasHapusYah, sebenanya sih udah gak kaget. Tahun ini memang diprediksi bakal banyak yang tersandung masalah hukum. dan ini mungkin salah satunya.
Sekali lagi, moga cepet selesai masalahnya dan dapat menghibur masyarakat lagi.
Hidup tidak semudah cocote Mario Teguh, hehehe
BalasHapuswow....secara logika,,,menurut saya ini hanya pendapat dari keadaan di lapangan dan tidak ada maksud mencemarkan nama baik (karena pasti tuntutannya lari ke sana secara hukum) dan wajar donk klo konsumen merasa tidak puas....di jawa pos aja ada thu kolom bagi pembaca untu menulis keluhan....dan kebanyakan tangapannya positif.
BalasHapusjadi beginiya MT itu...ga terima kritikan dan berkesan menggertak...
sangat disayangkan...
update:
BalasHapuskomentar Mario Teguh, telah di ganti menjadi komentar klarifikasi, alasan kenapa Mario Teguh terlambat.
woaa...kritikan si bapak itu keren....:-D
BalasHapusSaya sih suka2 aja kata2 motivasi MT,tapi entah kenapa ga ada yang nempel ke otak n hati.ibaratnya masuk kuping kanan,keluar kuping kiri.
Beda ketika saya halaqah n denger guru ngaji saya ngomong,rasanya kayak terhipnotis,masuk ke hati.
Ataupun kalimat bijak dari aa gym misalnya.inget terus.
Seseorang yg tidak benar2 mengalami/melakukan kata2 bijak yg diucapkannya maka segala ucapannya kadang susah masuk ke hati....wallahu'alam.kalau beliau benar2 bijak seperti ucapan2nya,harusnya bisa respon bijak juga ketika dikritik kan?
Hhhhmmmmm....
BalasHapusgmn y??
hehe
hmmm,,,yang dipertanyakan robertus adalahke ikhlasan (menurut saya) dan manajemen MT keukeuh dengan prosedur kontrak....
BalasHapusbeda dengan tanggapan pertama yg dihapusnya yg jelas2 menurunkan nilai MT sendiri....
yg jelas thu Admin pasti dimaki-maki ama atasannya....(menurut saya,,,no offense)
wah wah.. sangat di sayangkan :P
BalasHapusternyata oom mario teguh tak sebijak yg saya kira.. hadeeuuh.. :hoahm:
sangat disayangkan org sebesar dan sebijak mario teguh (jk dinilai dr ucapan2nya utk legowo nerima kritikan membangun) mlh kyk org angkuh yg merasa diri udh sempurna. too baaaad...
BalasHapusbegitulah kalo udah jadi bisnis. komen dianggap miring dan dianggap ngejatuhin citra akan diremove di komen fesbuk postingan dia. yah g salah juga si namanya jugabisnis. tapi lucu aja itu komen sampe diganti. MOTIPATOR GALAU ini mah :D
BalasHapusmungkin ini hanya perbedaan presepsi aja.. di satu sisi, peserta menuntut untuk mendapatkan apa yang diharapkan, dan ada yang tidak sejalan dengan pemikiran motivasi dari MT. di sisi lain pihak MT yang padat dengan schedule harus tepat waktu. kalo dari profesionalitas memang harusnya seperti itu. kalau dilebihkan waktunya, dan nanti terlambat datang ke pertemuan beikutnya, jadi masalah lagi juga.. dikira tidak profesional. memang ada juga kesalahan di pesertanya (atau pihak yang mengundang) karena terlambat. pihak yang mengundang juga harusnya tahu kalau yang diundang adalah seorang MT dengan jadwal yang padat.
BalasHapusUntuk penggantian komen dari pihak MT mungkin seharusnya lebih hati2 dalam menanggapi spekulasi yang muncul. dengan adanya penggantian komen ini malah memunculkan spekulasi lain. Saya menilainya sih gitu... kalau pengalaman saya sih kadang2 apa yang kita tulis pertama kali, ketika sudah dipublish dan baru sadar ada yang salah omong (dalam tulisan), langsung saya ganti.. wajar kalau seseorang melakukan kesalahan seperti itu, mungkin terpengaruh suasana. yang membalas itu juga pihak manajemen yang sudah terbiasa dengan ke-profesionalitas-an, dan reflek langsung nyebut penasehat hukum,, hehe
ini hanya pendapat saya, kalau ada yang tidak berkenan mohon dimaafkan... :)
kalo yang dihapus link-nya itu wallahu a'lam, hehe
Saudaraku yang ember, saya akan memotivasi anda semua dengan petuah-petuah saya yang ember, tapi tolong jangan meminta saya untuk memotivasi anda agar mau menerima kritikan orang lain, soalnya (sepertinya) saya tidak mempunyai stok petuah ember untuk hal-hal yang seperti itu.
BalasHapusah, sudahlah.
salam ember!
:p
Seorang Profesional menurut gw akan malu jika terjadi keterlambatan seperti ini. Memangnya dia sudah berapa kali perform sih?... emang ga ngerti ya dg yg namanya Jadwal adan alur tampil???.
BalasHapusGw rasa itu sudah jadi tanggung jawabnya dia bukan untuk memberikan sesuatu sesuai kesepakatan dan bayaran yg dia terima?. Jika dia benar Profesional, gw rasa ada beberapa hal yg mustinya dia pertimbangkan;
1. Langsung tampil meskipun pengunjung belum pada datang, mengingat ruang yg digunakan akan dipergnakan oleh acara lain setelah jam 3.
2. Penambahan waktu 10 menit bukan merupakan jawaban, karena sekali lagi, dia harus ingat dalam bersikap profesional, bahwa ada acara lain yg akan menggunakan tempat tersebut. Dia harus menghargai waktu jika dia sendiri berkoar waktu dia adalah uang, yg 1 menitnya setara dg 700rb
3. Jika dia mengulur waktu, dg alasan apapun, harusnya seorang profesional hanya akan menerima uang sesuai dg waktu yg digunakan.
Disini gw jadi merasa janggal dan sangsi dg ke profesionalan dia maupun manajemennya, yg jelas2 sangat tidak terkontrol oleh waktu, dan tidak dapat memanajemen waktu dg baik, sampai-sampai acara tanya jawab dihapuskan, padahal sesi tersebut biasanya sesi yg paling berharga untuk menuntut pertanggung jawaban atas apa yg diberikan nara sumber dari pertanyaan2 yyg timbul dari apa yg dikatakannya.
Apalagi ketika gw baca ternyata balasan Surat dari Bapak Robertus tersebut sempat dihapus dan di ganti. Woww, kesalahan fatal dari seorang motivator tuh, bagaimana dia bisa memotivasi orang lain, ketika dia sendiri tidak dapat mendidik dan memotivasi orang2 manajemennya dg baik. Bahkan sampai diadukan kepada pihak kepolisian??? waduh Pak, bagaimana dunia jika ketidak puasan pun dipaksa untuk bungkam?... bukankah ketidak puasan merupakan landasan untuk "maju"
Gw rasa MT dan pihak manajemennya harus bayar motivator handal lainnya dulu untuk belajar lebih banyak mengenai menghargai pendapat dan kritikan orang untuk menjadikan seorang yg "SUPERRRR !!!" seperti yg biasa Bapak MT koarkan ditiap penampilannya...
-Orang yg tidak pernah puas akan penampilan MT-
"Gratisan aja ogah nonton, apalagi kudu bayar... :P"
Komentar pertama dari pihak MTSC sangat disayangkan ya.. :kishishi: ..padahal klo sedari awal dijelaskan seperti komen ke-2 mungkin akan lebih bijak dan tidak perlu bawa2 ranah hukum segala, kaciri pisan piduiteun eta MTSC teh.. :sleepy:
BalasHapusMenurut saya mah emang c admin MTSC nya aja yg kebawa emosi *tanpa memasukan gender* ya mau gmn lg.. :nyu: tapi emang Mr.Empty ini meuni sombong, per-menit dibayar Rp.700rb-an heuheuheuheu... ria (menyombongkan sesuatu, bukan nama org :P) itu dosa.. :D
begitulah kalo udah nyangkut2 bisnis....
BalasHapussegalanya dinilai dari kontrak dan semacamnya.
nanya apa dijawab apa.
Kalo tersinggung atau ucapan agak menyerempet sedikit, bawa-bawa hukum. :nyu:
Sebaiknya sebelum mengetik tanggapan direnungkan dulu baik-baik, akhirnya nama baik yang jadi korban.
BalasHapusTernyata menjadi orang terkenal tidaklah se'enak dan semudah yang dibayangkan ..
BalasHapusseperti halnya pepatah makin tinggi pohon makin kencang angin yang meniupnya ..
salam supeeeeeeeer miiiiiiiie
BalasHapussalam supeeeeeeeer maaaaaaaan
salam supeeeeeeeer per per per...
dari dulu ngga suka sama mario teguh, ngebual mulu belom tentu dia lakuin tuh semua yang dia omong. SALAM KUPER dari saya MARIO PLINPLAN
Orang kalo udah ngerasa kepala penuuh (ilmu pengetahuan pengalaman teori).kbanyakan merasa dirinya BENAR.masukan kritikan membangun atau tdk.hanyalah sampah.apalagi gajinya 700 ribuan per bulan iya kan.hem mmmmmmmmmm.
BalasHapusPerbedaan persepsi dari kita tentang diri orang lain adalah wajar. Menjadi tidak wajar ketika kita membukanya ke ranah publik atau dengan teman kita sekalipun. Kenapa? karea itu sudah termasuk menceritakan kekurangan orang lain.
BalasHapusMenurut hemat saya, lebih baik ini menjadi pelajaran bagi kita dan belajar untuk tetap berbaik sangka kepada siapapun, termasuk kepada orang yg kita tidak senang dengan apa yg dia ucapkan dan lakukan...
Dengan begitu diri kita insya alloh akan menjadi lebih baik. bukan malah semakin terpuruk, atau malah menjadi sumber keburukab bagi yg lain
thanks semua yg udah komen. @lukman nulhakiem: Anda ini aneh. kasus di atas itu adalah surat yang semula dilayangkan pak robertus kepada MT. sayang, endak mendapat tanggapan. akhirnya pak robert ini ngepublish di akun fb-nya dengan tag MT juga. bagusnya, karena begitu banyak respons, managemen MT/MT jadi merasa gerah. yang menurut saya lucu ya di bagian pengubahan balasan pihak MT.
BalasHapusjadi endak ada niat menceritakan kekurangan orang lain dan sejenisnya. dalam tataran diskusi, berkeluh kesah dalam ruang dan koridor yang benar ala surat pembaca koran atau artikel blog, sangat wajar. paling tidak kasus di atas bikin dua-duanya sama2 berintropeksi diri. baik pak robert maupun MT. positif thinking aja. paling enggak surat tersebut tidak ada muatan penghinaan ekspilisit. entah apa yang terjadi kalau beneran mengina dengan kata2 jahiliyah. lucu sekali :-Z
Heran sama si MT ini..
BalasHapusSelalu seakan2 bilang ke semua orang seakan-akan orang lain itu males banget nggak serajin MT..
Mana bilang bayaran 700.000,- semenit pula, kalah itu omset nya perusahaan yang bayarin dia..
As for me, pak MT itu nggak etis buanget sama kata-katanya, while Pak Robert kan cuma mau nympe'in pendapat dan pandangan.. Nggak usah sewot juga kali. Buat gw ngliat seorg sosok Pak Sidik yang jualan krupuk + kerjaan sampingan jd motivator + kondisi tubuh yang cacat, itu much more better to be heard, secara dy udah ngrasain susah paitnya kehidupan n g salah klo org yg bener2 susah dan penuh dg kekurangan ky beliau (Pak Sidik) terus bisa sukses lebih layak jadi motivator dibanding pak MT..
kalau mau denger kata-kata mutiara yang bagus baca aja hadist-hadist Insyaallah mencerahkan
BalasHapusjust think.....
BalasHapusnoh si super mario sukses di bisnis nya apa dia bisa kaya cuma dari bacot.....
mending super mario bros... kerjaannya nyata... nggarap ledeng
emploken iku tak botak..
BalasHapusDan akhir-akhir ini Pak Mario bicara kalau dia tidak pernah menarik bayaran, tapi istrinya/Ibu Linna..........
BalasHapusJadi Ibu Linna atau Kiara Dewi (Senior Admin MTSC Management) dan EO nya nih yang ngeuk duitnya Nestle?
Udah Pak Mario suruh balikin aja uangnya......bikin malu aja.
Tapi emang dari tulisan (kalo bener dia yang nulis) si Kiara Dewi ini kurang cerdas sosialnya...........
ketika urusan rohani macam motivasi hidup masuk ranah bisnis, jadinya ya hambar. bayangkan jika agama dibisniskan. hanucr sudah dunia
BalasHapus