BAGAIMANA respons masyarakat internet ketika mendapati bahwa Transcorp memboikot Panasonic Gobel Awards? Rata-rata: SAMA! Mendukung aksi Trans TV en Trans 7 ini? Pasalnya? Klise, kok. PGA dianggap tebang pilih dalam perolehan nominasi dan pemenang. PGA menganakemaskan MNC yang menaungi RCTI, Global dan MNC TV ketimbang Trans atau yang lainnya.
Para komentator di jagat maya juga setuju kalau tayangan di RCTI dkk adalah tayangan sampah.
Dalam hal ini saya enggak dalam kadar membela RCTI, tapi ayolah, kenapa sinetron dengan pemain yang lebih mirip ikan buntal kembar itu masih bertahan hingga sekarang? Karena masyarakat suka. Saya juga setuju tayangan itu membodohkan dan menjual mimpi muluk dan kotor, tapi apa daya, penilaian datang dari masyarakat. Rating pun enggak pernah bisa bohong.
Pemilihan PGA yang beberapa tahun terakhir juga menggunakan sistem poling internet juga hal yang patut diapresiasi (selain pemungutan pake SMS premium). Dan saya pikir, pemenangnya pun ala masyarakat televisi, dan saya lumayan respek terhadap para pemenang PA ini yang menurut saya merata dan logis. Mengingat RCTI adalah stasiun TV yang paling disukai masyarakat Indonesia (menurut saya, lho ya). Trans memang gemar membuat program yang inovatif, yang sialnya cuma bagus di awal kemudian di episode berikutnya, mulai kedodoran dan hilanglah kualitas dan nilai prestisiusnya karena motivasi raupan iklan.
Jadi agak naif kalau Trans ini memboikot PA. Apalagi tidak semua tayangan Trans bagus-bagus. Ada program reality show yang kemudian berubah menjadi genre drama reality, yang merupakan pengaburan akan identitas tayangan yang manipulatif. Namun secara garis besar, Trans TV memang lebih punya nilai prestisius tersendiri. Sementara Trans 7 lebih mendidik, sederhana dan mengena. Boleh dibilang Trans 7 ini stasiun TV terbaik dengan tayangan yang menjadi pionir seperti On the Spot atau si Bolang.
Namun si adik tentu harus ikut sikap kekanakan si kakak. Maka begitulah barangkali selanjutnya, para pekerja trans yang semula ikutan nonton tayangan live PA, harus emoh datang, atau paling-paling cuma lihat di TV dengan perasaan keki. Sementara PA sendiri sudah sangat dewasa dalam menyikapi. Sebagaimana yang kuta tahu, PGA ini sudah ada sebelum Trans TV dan beberapa stasiun TV lahir.
Sejarah Panasonic Gobel Awards
Yeah, adalah Panasonic Awards sebuah anugerah yang konsisten menyelenggarakan acara tahunan bagi insan pertelevisian. Pemenang dipilih berdasar jajak pendapat yang dilakukan masyarakat. Ini adalah kerjasama PT Panasonic Gobel Indonesia dengan Tabloid Citra (Gramedia Grup).
Kategori pemenangnya pun punya embel-embel terfavorit. Setiap pemenang di suatu tahun, adalah yang terpopuler dan tentu akan berganti di tahun-tahun selanjutnya. Alhasil, jika kita melihat daftar pemenang PA dari tahun ke tahun, itu artinya kita bisa melihat sejarah pertelevisian Indonesia.
Panasonic Awards diadakan pertama kali pada 1997 dengan jajak pendapat yang dilakukan di Tabloid Citra. Saat itu PA ditayangkan di Indosiar, kemudian sempat ditayangkan di semua stasiun TV Swasta. Namun, sekira sejak tahun 2009, tayangan ini ditayangkan di TV-TV MNC. Mengenai pemilihan nominasi, sejak tahun 2004, nominasi ditentukan dari survei Nielsen Media Research dan ditabulasi oleh Ernst & Young.
Dulu pas jamannya SD, saya pernah nemuin kuesioner di halaman tabloid dan boleh memilih juga boleh tidak memilih beberapa poin nominasi. Kita juga bisa menulis pilihan sendiri yang tidak ada di jajaran opsi. Namun ketika SMS sudah menjadi gaya hidup, poling pun lebih dipublikasikan di televisi dan masyarakat mengirimkan pilihannya (boleh) dengan SMS premium. Kita yang masyarakat internet juga bisa memilih via poling gratis di internet. Artinya, proses pemilihan seperti ini cukup relevan dan jujur.
Jadi agak aneh kalau masih saja ada yang berpikir kalau PA tebang pilih. Kalau urusan acara panggung setelah ditayangkan di MNC sih saya setuju. Kalau tayangan itu dibuat sedemikian rupa agar berjalan dengan durasi amat panjang dengan durasi iklan yang cukup besar. Hal ini menambah kas untuk TV atau pemilik PA bersangkutan. Yeah, namanya juga TV, penuh dengan aroma bisnis. Jadi agak susah kalau harus membayangkan acara penganugerahan kita kembali ke tahun 90-an yang serba singkat dan sesuai durasi seperti Anugerah Musik Indonesia, Festival Sinetron Indonesia, atau Malam Final Karya Cipta Video Musik Indonesia.
Tetap Melenggang
Sebagai wujud apresiasi murni terhadap insan pertelevisian nasional, PGA terus melakukan aktivitas tahunannya (kecuali tahun 2008, PGA/PA tidak diadakan). Ketika penganugerahan lain gugur satu per satu (contohnya Clear Top 10 Awards, MTV Indonesia Movie Awards, dsj), PGA konsisten melakukan 'acara mulianya' dengan dua keuntungan yang jelas terkasat mata. Satu kepentingan apresiasi, dua kepentingan bisnis.
Para pemenang pun selalu bangga menerima piala PGA yang mirip Oscar bersayap ini. Namun tampaknya, kita enggak akan lagi melihat pelaku TV di Trans TV atau Trans 7 yang membanggakan piala PGA itu lagi jika tayangan bersangkutan menang. Entah sampai kapan sepasang kakak adik angkat ini (karena awalnya Trans 7 adalah TV 7) akan berpagutan mesra dengan Abang PGA. Namun PGA harus tetap berjalan tanpa atau adanya dukungan stasiun TV lain. PGA tetap memasukkan acara-acara dari stasiun TV yang memboikotnya. Sebab memang bertujuan untuk mengapresiasi, bukan aksi infantil yang enggak jelas.
Yeah, menurut saya, keputusan pihak Trans Corps itu sangat disayangkan -sekaligus menggelikan. Bisa jadi punya unsur arogan. Dikutip dari kapanlagi.com, Head of Marketing Public Relations Trans TV berkata pada 28 Februari 2012 mengenai hal ini, ""Memang untuk tahun ini, saya sebagai wakil Trans TV, kita semua udah fix kalau untuk Panasonic Awards tidak akan ikut sebagai peserta walaupun ada acara kita yang masuk nominasi. Jadi ini karena lebih kepada proporsi penayangan dari sisi on air. Kita lihat teman-teman dari Trans Corp kurang mendapatkan proporsi seimbang pada saat nominasinya itu diumumkan."
Nah, kalau memang dirasa kurang adil, tirulah SCTV yang sempat-sempatnya bikin acara awards sendiri dengan nominator tayangan 'sendiri'. Atau cukup berlaku dewasa seperti halnya stasiun TV lain yang menganggap kalau PGA adalah 'suplemen' dan penganugerahan yang lumrah. Karena konon kesuksesan sebuah program TV itu dinilai dari seberapa diterima acara itu oleh masyarakat. Heuheu..
Tapi moga PGA sekarang bisa apa yang dinamakan beberapa pihak dengan sebutan fair. ketika pemenang yang diumumkan secara on air adalah pemenang yang tidak hanya datang dari RCTI atau MNC misalnya, tapi pemenang dari stasiun TV lain. Meski logikanya, mungkin MNC ogah, promosiin acara orang. Tapi yang penting, kan, bentuk apresiasinya: piala. Jadi enggak usah naif-lah, hay...
Tapi moga PGA sekarang bisa apa yang dinamakan beberapa pihak dengan sebutan fair. ketika pemenang yang diumumkan secara on air adalah pemenang yang tidak hanya datang dari RCTI atau MNC misalnya, tapi pemenang dari stasiun TV lain. Meski logikanya, mungkin MNC ogah, promosiin acara orang. Tapi yang penting, kan, bentuk apresiasinya: piala. Jadi enggak usah naif-lah, hay...
Mau tanya serius nih....
BalasHapusSinetronnya si Agnes ikutan masuk nominasi gak, ya?
*eh :D
asal komeng :hoahm:
BalasHapusBukan pemerhati acara penghargaan ini. Tapi memang sih pernah lihat sekali kalau nominasinya kebanyakan dari MNC. Jadinya ajang ini terlihat seperti milik stasiun TV tertentu aja. Trans TV harusnya santai aja lah, bener kata Wana, mending bikin ajang penghargaan sendiri.
BalasHapuswah saya malah baru tahu ada yang seperti itu.. saya bukan masyarakan televisi sih..
BalasHapuskalo benar begitu.. akh saya tidak heran.. ini kan di Indonesia ^_^
ini nyata, hanya di indonesia *halah*
Saya bakal beli pulsa sebanyak mungkin utk sms diri saya sendiri andai masuk nominasi PA...
BalasHapusSetahu saya memang penyebab boikkotnya Trans Corp dari PGA itu karena tidak proporsionalnya penayangan di sisi off air dan on air. Jadi kalau program trans menang pasti diumuminnya pas iklan. Padahal tahun 2007,2009 itu program trans banyak yang menang.
BalasHapustentang bikin awards sendiri, saya setuju sekali. Stasiun TV sekelas trans corp yang acaranya cukup 'beragam' harusnya bisa.
saya sie jarang ato bahkan ga pernah nonton tipi belakangan ini...jadi ya tranz mau boikot ato gimana juga ga ngerti aje....
BalasHapusditambah tanyangan sinetron sampah yg mbulet en muter disitu-situ ajah....jadi,mana acara bagus ama yg sampah...sungguh saya ga ngeh...
Hey, saya suka tayangan2 di Trans7, terutama Dunia Air, Dunia Hewan, Laptop si Unyil, Si Bolang, dan Pas Mantab. :)
BalasHapussetuju, kenapa ngga kayak SCTV aja sih buat awards sendiri! repot ya, kayanya pengen banget menang tapi apa daya tangan tak sampai... tapi TRANS TV dan TRANS 7 acaranya memang bagus2 sayang sedikit kecewa sama tiba2 ngilangnya THE HITS .
BalasHapusSaingan... saingan... dan saingan...
BalasHapusitu gk bisa dipungkiri....
kalau di jaman dewasa ini, banyak orang yg ingin jadi unggul di banyak bidang...
Rating sama-sama bagus, perlu rendah hati dalam menyikapi....
Seperti SCTV juga baik...
Saya setuju dgn opinimu, Wan...
:D
berita tidak boleh diberi opini pribadi
BalasHapusanonim: siapa yang mau ngikutin standar Anda :sleep:
BalasHapussetuju sinetron sampai kapanpun ratingnya selalu tinggi... soalnya peminatnya tuh biasanya ibu rumah tangga, khususnya yang dari kalangan menengah kebawah. maaf
BalasHapusTapi ada yang bikin aneh juga sih dalam pemilihan pemnangnya. Kalau urusan sinetron dll saya ga akan bertanya lagi. Seperti pembawa berita terfavorit, pasti pemenanvnya kalau ga putra nababan ya jeremy teti. PAdahal klo dilihat mereka biasa aja,dan alasannya menang waktu itu hanya karena berhasil mewawancarai obama. Whattt???? padahal isi wawancaranya hanga membahas hal yang umum dan standar. Masih banyak kok pembawa acara berita yang lebih bagus dari dia dari segi pembawaan diri,penyampaian informasi,atau yah pengetahuannya. Mudah2an kesan itu bisa berubah sekarang.
BalasHapuspenulis asal mangap kamseupay!!!!!
BalasHapusMNC grup emang terlalu rakus .. apa lagi RCTI .. dengan tayangan2 yg membodohkan masyarakat ,, sinetron2 yg sama sekali gak bermutu .. PGA selalu aja di gelar di TV milik MNC grup.. jelas orang2 merasa aneh donk.. nominasi dan pemenang kebanyakan dari MNC grup.. wajar klo trans corp merasa di anak tiri kan.. seolah2 mereka gk pernah maju dri tahun ke tahun.. seharus ny MNC grup memberi kesempatan grup2 lain menggelar PGA kedepan nya.. jujur menurut gw TV MNC grup cuma global yg agk bermutu .. gk terlalu banyak sinetron pembodohan kaya RCTI !!!
BalasHapusBetul... GIlanya lagi sungguh edan dan tidak masuk di akal sehat... Masak Seputar Indonesia bisa mengalahkan dominasi MetroTV dan TVOne ???
BalasHapusPadalah BERITA KELAS SAMPAH begitu pembantu saya pun tidak sudi untuk menontonnya.
Tapi inilah Realita, bahwa ternyata Jurnalis sekalipun GAMPANG DIBELI apalagi Hukum ?!?!?!?!
Saya hanya sedih lihat Putra Nababan dengan senyum bangganya memegang piala GPA ........ Sebagai Jurnalis, Dia sudah tidak punya nilai lagi di Mata (keluarga kami, khususnya !)
Kalau diadakan Ajang "Bad Television Awards" pastilah RCTI yang nomor satu !!!!
BalasHapusKarena Tayangannya Bau semua seperti Sampah !, BTW, tapi ada enggak ya, yang mau jadi sponsor acara ini ??
RCTI Tak ubahnya seperti tong sampah yang berjamur......sukanya mengekor dan mengekor................
BalasHapusSindo bisa kalahin Metro, Tv One, Liputan 6 SCTV?
BalasHapusFeni Rose emg msh d Silet?
Putra Nababan (LAGI)?
Olga? Rafi? Dahsyat (LAGI)?
Ari Wibowo?
Masterclass (what? Acara apaan tuh ga pnh denger!)
kaya-y kalimat:
"JADI GAK USAH NAIF-LAH, HAY!!"
cocok utk penulis artikel ini...
By: Arrays...
Kalo menurut saya wajar aja dia boikot, orang dia juga udah promosiin pga itu sendiri secara galangsung,..kan kesel sih
BalasHapus